MUMTAZ
Tarbiyatul Aulad Mumtaz Majenang

Ringkasan Tata Cara Berdoa dan Waktu Terbaik Untuk Doa

83

MUMAZ.web.id – Berikut ringkasan tata cara berdoa dan waktu terbaik untuk doa dibeberapa jenis doa dan beberapa kesempatan yang dianjurkan berdoa. Semoga dapat menambah ilmu kita.

Doa ketika ada hajat atau permintaan kepada Allah

Disebut juga doa mas’alah. Merupakan jenis yang umumnya dilakukan dalam berdoa. Bentuk ini juga yang digunakan ketika membaca doa qunut, dan pada beberapa rangkaian ibadah haji. Termasuk juga berdoa ketika seperti malam akhir, berdoa di antara adzan dan iqamat, berdoa ketika i’tikaf dan berdoa pada semua waktu-waktu mustajab secara umum. Caranya:

  • Dianjurkan menghadap kiblat
  • Mengangkat kedua tangannya dengan telapak tangan terbuka di depan dada, tepatnya di pertengahan dada.

 

Bentuk tangan terdapat beberapa pilihan cara:

  • Kedua telapak tangan dibuka namun kedua tidak saling menempel, melainkan ada celah diantara keduanya, tidak harus di arahkan ke langit. Ini pendapat Hanafiyah.
  • Telapak tangan mengarah ke langit dan punggung tangan ke arah bumi, boleh ditempelkan ataupun tidak, ini pendapat Syafi’iyyah
  • Telapak tangan mengarah ke langit dan punggung tangan ke arah bumi, keduanya ditempelkan. Ini pendapat Hanabilah
  • Boleh juga seseorang menutup wajahnya dengan telapak tangannya dan kedua punggung tangannya menghadap kiblat, menurut sebagian ulama.
  • Memuji Allah dan bershalawat kepada Rasulullah
  • Membaca doa-doa
  • Tangan kembali seperti semula, tanpa mengusap wajah

Berdoa dalam khutbah Jum’at dan khutbah dua hari raya

Bagi khatib Jum’at, cara berdoanya adalah sebagai berikut:

  • Mengangkat tangan kanan dan jari telunjuk menunjuk ke atas
  • Memuji Allah dan bershalawat kepada Rasulullah
  • Membaca doa-doa
  • Tangan kembali seperti semula, tanpa mengusap wajah
  • Bagi jama’ah, cara berdoanya sebagai berikut:

Mendengarkan doa khatib, dan tidak perlu mengangkat tangan.

 

Syaikh Abdul Aziz bin Baz mengatakan: “setiap ibadah yang dilakukan di masa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, jika ketika melakukannya beliau tidak mengangkat kedua tangannya, berarti hal tersebut tidak disyariatkan kepada kita ketika melakukan ibadah tersebut. Ini dalam rangka meneladani Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Contohnya ketika khutbah jum’at, khutbah Ied, doa di antara dua sujud dalam shalat, doa-doa dzikir setelah shalat wajib, karena tidak ada dalil yang menunjukkan hal tersebut. Yang disyariatkan kepada kita adalah meneladani Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dalam melakukan suatu atau meninggalkan suatu (dalam ibadah)” (Majmu’ Fatawa Ibnu Baaz, 26/144).
Mengucapkan “amin” pada setiap doa khatib per kalimatnya, atau cukup sekali di akhir doa. Karena orang yang mengaminkan doa itu dianggap sama seperti orang yang membaca doa.

 

Berdoa ketika sujud dalam shalat

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

أقرب ما يكون العبد من ربه وهو ساجد . فأكثروا الدعا

“Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu” (HR. Muslim, no.482).

Caranya sebagai berikut:

  • Membaca dzikir-dzikir ketika sujud
  • Ketika selesai, membaca doa-doa bebas yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, sebanyak-banyaknya.
  • Jika tidak hafal, maka dengan doa-doa bebas asalkan dengan bahasa Arab
  • Jika tidak bisa bahasa Arab, Syaikh Abdurrazzaq Al Abbad pernah mengatakan boleh berdoa dengan bahasa Indonesia
  • Boleh membaca doa dari ayat Al Qur’an ketika sujud

Penyusun: Yulian Purnama
Artikel Muslim.or.id

Baca Juga
Komentar
Loading...