MUMTAZ
Tarbiyatul Aulad Mumtaz Majenang

Doa Ketika Melihat Angin Kencang

Bacaan Ketika Melihat Angin Kencang

101

MUMTAZ.web.id – Bagaimana sunnah yang Nabi tuntunkan ketika melihat atau bacaan ketika ada angin kencang?

Syaikh Abdul Karim Al Khudhair menjawab:

Angin kencang tidak diragukan lagi adalah bentuk gangguan yang mengkhawatirkan. Namun tetap kita tidak boleh melampaui batas dari apa yang dituntunkan Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dari ‘Aisyah radhiallahu’anha, bahwa beliau berkata:

كان النبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ إذا عصفتِ الريحُ قال : ” اللهمَّ ! إني أسألك خيرَها ، وخيرَ ما فيها ، وخيرَ ما أُرسلت به . وأعوذُ بك من شرِّها ، وشرِّما فيها ، وشرِّ ما أُرسلت به ” . قالت : وإذا تخيَّلتِ السماءُ ، تغيَّر لونُه ، وخرج ودخل ، وأقبل وأدبر . فإذا مطرتِ سُرِّيَ عنه . فعرفتُ ذلك في وجهه . قالت عائشةُ : فسألتُه . فقال : ” لعلَّه ، ياعائشةُ ! كما قال قومُ عادٍ : فَلَمَّا رَأَوْهُ عَارِضًا مُّسْتَقْبِلَ أَوْدِيَتِهِمْ قَالُوا هَـٰذَا عَارِضٌ مُّمْطِرُنَا ۚ بَلْ هُوَ مَا اسْتَعْجَلْتُم بِهِ ۖ رِيحٌ فِيهَا عَذَابٌ أَلِيمٌ}

“Biasanya Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam ketika ada angin kencang beliau berdoa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ

 Allohumma innii as’aluka khoiroha wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bihi, wa a’udzuubika min syarrihaa wa syarri ma ursilat bihi

(Ya Allah aku memohon kepada-Mu kebaikan dari angin ini dan kebaikan dari apa yang dibawanya, dan aku memohon perlindungan pada-Mu dari keburukan angin ini dan dari keburukan apa yang dibawanya)”.

 

Apabila langit berawan gelap dan berubah warnanya, Nabi keluar dan masuk rumah, ke hadapan dan ke belakang (karena khawatir). Bila hujan turun, maka kekhawatiran beliau. Itu diketahui dari raut wajah beliau. Maka aku (Aisyah) bertanya kepada beliau mengapa beliau demikian. Beliau menjawab: “Wahai ‘Aisyah bisa jadi itu sebagaimana yang terjadi pada kaum Ad (sebagaimana dalam Al Qur’an): ‘Maka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka: “Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami”. (Bukan!) bahkan itulah azab yang kamu minta supaya datang dengan segera (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih‘ (QS. Al Ahqaf: 24) (HR. Muslim no. 899).

Juga terdapat doa lain:

اللهم اجعلها رياحًا ولا تجعلها ريحًا
Allohummaj’al riyaahan walaa taj’al riihan

“Ya Allah jadikanlah angin ini angin yang teratur bukan angin yang ribut” (HR Asy Syafi’i dalam Musnad Asy Syafi’i, no. 537).

‘Ala kulli haal, angin ribut itu buruk dan terdapat banyak nash yang menyuruh kita untuk waspada terhadap bahayanya. Dan ia merupakan hukuman dari Allah secara umum. Adapun angin yang teratur yang bisa menggerakkan sesuatu, atau terkadang meringankan keburukan dari sesuatu, atau meringankan gangguan dari sesuatu, ini perkaranya lebih ringan dari pada angin ribut, sebagaimana diisyaratkan dalam hadits.

***

Sumber: ar.islamway.net

Baca Juga
Komentar
Loading...