MUMTAZ
Tarbiyatul Aulad Mumtaz Majenang

Cara Membersihkan najis, Berapa Kali Pencucian?

Thoharoh

37

MUMTAZ.web.id – Cara Membersihkan najis, Berapa Kali Pencucian ya?

Cukup mencuci najis yang ada pada badan, pakaian, tempat atau lainnya sampai najis yang ada hilang karena syari’at tidak menyaratkan mencuci najis dengan bilangan tertentu kecuali pada najis anjing. Disyaratkan untuk najis anjing dicuci tujuh kali, salah satunya dengan debu.

Penjelasan:

Tidak ada dalil perintah untuk pencucian najis dengan bilangan tertentu kecuali pada jilatan anjing. Dalam penyebutan najisnya darah haidh dan najisnya kencing, tidak disebutkan pencucian dengan bilangan tertentu.

Jika ada najis pada lantai atau tanah, maka cukup menghilangkannya dengan disiram atau diguyur dengan air hingga hilang warna dan bau najis. Seperti disebutkan dalam hadits kencingnya Arab Badui, di mana setelah ia kencing, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mengguyur kencingnya dengan air. (HR. Bukhari, no. 221 dan Muslim, no. 284)

Najisnya Anjing

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا شَرِبَ الْكَلْبُ فِى إِنَاءِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْسِلْهُ سَبْعًا

“Jika anjing minumm di salah satu bejana di antara kalian, maka cucilah bejana tersebut sebanyak tujuh kali.” (HR. Bukhari, no. 172 dan Muslim, no. 279). Dalam riwayat lain disebutkan, “Yang pertama dengan tanah (debu).” (HR. Muslim, no. 279)

Dalam hadits ‘Abdullah bin Mughaffal radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika anjing menjilat (walagho) di salah satu bejana kalian, cucilah sebanyak tujuh kali dan gosoklah yang kedelapan dengan tanah (debu).” (HR. Muslim, no. 280).

Komentar
Loading...